Google

Friday, August 7, 2009

Tidak Ada Tunjangan Kesehatan...???

boncuPada hari kamis kemarin tepatnya tanggal 6 Agustus 2009, boncu tidak masuk kerja dikarenakan sakit. Pada malam sebelumnya boncu menyempatkan diri datang sendirian ke klinik didekat lampu merah perum.
Sesampainya disana ternyata antrianya panjang, sehingga boncu harus menunggu hingga 1 jam lebih.
Ketika mendapat giliranya, boncu pun segera diperiksa oleh dokter. Ternyata kata dokter hanya terkena radang tenggorokan serta flu biasa. Boncu sangat bersyukur mendengar perkataan dokter tadi.

Pagi harinya boncu sempat ragu apakah pergi kekantor atau istirahat di rumah. Akhirnya boncu memutuskan untuk pergi ke kantor karena boncu merasa sudah mendingan dari hari sebelumnya. Boncu sudah tidak mengalami demam atau dengan kata lain panasnya sudah turun.
Sesampainya dikantor waktu telah menunjukan jam sembilan lewat. Terlambat donk boncu...??? Ya seperti biasa, boncu memang selalu terlambat ke kantor. Setelah menyelesaikan beberapa kerjaanya boncu langsung memberikan kwitansi obat kepada mba Wina untuk segera dicairkan. Mba Wina yang baik hati langsung menyerahkan kepada bagian keuangan yakni Tiwi. Tiwi pun langsung memprosesnya dengan cepat dan menyerahkan berkasnya kepada kepala bagian keuangan tidak lain dan tidak bukan adalah anak dari direktur utama PT. Sarang Tehnik, sebut saja Ibu 'I'.
Beberapa menit kemudian boncu pun disuruh menghadap ke Ibu 'I'. Mereka sempat berbincang-bincang sebentar. Adapun kesimpulan dari apa yang mereka bicarakan adalah tidak adanya tanggungan kesehatan untuk boncu. Karena katanya sudah termasuk dalam gaji yang diterima boncu setiap bulanya. Boncu sempat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Walaupun pada akhirnya boncu mendapatkan ganti biaya berobatnya, namun ada sedikit ganjalan dihati boncu.
Jadi untuk selanjutnya boncu memutuskan untuk tidak meminta biaya penggantian obat/kesehatan. Sungguh sesuatu ketidakadilan memang. Tapi memang begitulah peraturanya. Seperti pepatah lama mengatakan "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung".
Jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat boncu ingin memdapatkan penggantian atas biaya service motor yang ditolak. Masalah service motor boncu menyadari memang bukan haknya, jadi boncu bisa menerimanya.
Ya memang ini semua cobaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari apa yang diceritakan boncu.
Jagalah kesehatan teman-teman, karena kesehatan itu mahal harganya.

3 comments:

kenyo said...

kasian banget deh idup lo bon.... tosss.... sama kita....

ferry andriyan said...

SUNGGUH TER....LA...LU... KAU "I" yg sbr yah sob... nasib u sm nasib w sendiri ga jaUh beda. mngkn dr kejadian u, w bisa ambil hikmah dan pelajaran yang berharga.... SEMANGAT...semangat....

boncu said...

terimakasih teman...

semoga kita selalu diberikan kesehatan...

biar bisa ngeblog terus...

salam bloger...

    follow me on Twitter

    Followers

    MP3 Musik Hit | Free Download MP3 Musik Indonesia

    Sanggar Kicau

      © Blogger template The Professional Template by boncuman.blogspot.com 2008

    Back to TOP